Lewati ke konten
Kembali ke Blog
Tutorial
7 Okt 2026
3 menit baca

Cara Setup Domain .id untuk Bisnis

Memilih antara .co.id, .id, dan .my.id, menyiapkan dokumennya, lalu menyambungkan domain ke website dan email bisnis. Langkah demi langkah, termasuk bagian yang paling sering terlewat.

J
Jasa Bikin App
Tim Editorial
Cara Setup Domain .id untuk Bisnis

Domain berakhiran .id menunjukkan bahwa usaha Anda berada di Indonesia. Pengelolaannya diatur oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Prosesnya tidak rumit, tapi ada beberapa langkah yang sering terlewat sehingga website tidak bisa dibuka atau email bisnis masuk folder spam.

1. Pilih ekstensi yang sesuai

  • .co.id untuk badan usaha. Biasanya diminta dokumen legal perusahaan seperti akta pendirian atau NIB, ditambah KTP penanggung jawab.
  • .id untuk warga negara atau badan hukum Indonesia. Pilihan populer karena pendek.
  • .my.id untuk perorangan, misalnya portfolio pribadi.
  • .web.id untuk website umum, organisasi, atau komunitas.

Persyaratan dokumen ditetapkan PANDI dan bisa berubah. Periksa ketentuan terbaru di registrar saat mendaftar.

2. Beli di registrar resmi

Domain .id dijual lewat registrar yang terakreditasi PANDI, dan daftarnya bisa dilihat di situs PANDI. Bandingkan harga perpanjangan, bukan hanya harga tahun pertama, karena selisihnya bisa jauh.

3. Siapkan dan unggah dokumen

Pindai dokumen dengan jelas dan pastikan nama di dokumen sama dengan nama pemegang domain. Domain biasanya belum aktif sampai dokumennya diverifikasi.

4. Arahkan domain ke server website

Ada dua cara. Pertama, ganti nameserver domain ke milik penyedia hosting atau layanan DNS seperti Cloudflare. Kedua, tetap memakai DNS registrar dan isi record-nya sendiri:

  • Record A untuk @ (domain utama) berisi alamat IP server.
  • Record CNAME untuk www yang mengarah ke domain utama.

Perubahan DNS butuh waktu untuk menyebar, dari beberapa menit hingga 24 sampai 48 jam. Kalau website belum terbuka satu jam setelah record diisi, itu belum tentu salah.

5. Pasang SSL dan satukan alamatnya

Setelah domain terhubung, pasang sertifikat SSL. Let's Encrypt gratis dan bisa diperpanjang otomatis. Lalu pilih satu alamat utama, misalnya namausaha.co.id tanpa www, dan alihkan versi lain ke sana. Tanpa itu, Google bisa menganggap versi http, https, dengan www, dan tanpa www sebagai empat website berbeda.

6. Email dengan domain sendiri

Alamat seperti halo@namausaha.co.id lebih meyakinkan daripada alamat Gmail. Untuk menerima email, isi record MX sesuai penyedia email Anda. Agar email yang dikirim tidak masuk spam, tambahkan tiga record TXT:

  • SPF: daftar server yang boleh mengirim email atas nama domain Anda.
  • DKIM: tanda tangan digital pada setiap email yang dikirim.
  • DMARC: aturan untuk email yang gagal dua pemeriksaan di atas.

Ketiganya sering dilewati. Di domain kami sendiri, email uji baru mendarat di kotak masuk Gmail, bukan folder spam, setelah SPF, DKIM, dan DMARC terpasang dan reverse DNS server dibenahi. Perlu diingat, domain yang baru mulai mengirim email tetap butuh waktu untuk membangun reputasi.

7. Aktifkan perpanjangan otomatis

Domain yang kedaluwarsa bisa dibeli orang lain setelah masa tenggangnya habis, dan mendapatkannya kembali bisa sulit dan mahal. Aktifkan perpanjangan otomatis, dan pastikan email kontak di registrar adalah email yang benar-benar Anda baca.

Kategori:Tutorial
Bagikan ke WhatsApp

Baca Selanjutnya

5 Indikator Website Lambat dan Cara Memperbaikinya

Baca artikel
ChatLihat Paket